
My rating: 4 of 5 stars
LUKISAN DINDING (hal.9)
Kau lihat matahari telah mengabadi
Pada bingkai di atas ranjang tidurmu
Tak perlu jendela itu, sebab
Abad yang terus berpacu
Kau lihat angin yang datang melapukkan
Daun pintu?
Masuklah lewat mimpi jika
Ingin bergegas
Abad pun lebih kekal menunggu
Dan kita berkemas
Menyambut ketukan
Pada pintu
NYANYIAN MATAHARI (hal.12)
Barangkali hanya daun yang meratap
Sebelum dipeluk dingin tanah yang fana
Detik-detik jam yang membatasi usia
Meninggalkan getar bisik matahari
Barangkali hanya daun
Bayangan pun masih mengabur pada dahan
Saat melayang, dilepaskan doa-doa kekal
Syair yang diucapkan gelap malam
Ranjang yang senantiasa menjanjikan
Mimpi maha panjang
Barangkali hanya daun
Ditikam ombak pada jantungnya
View all my reviews